· 2 menit baca

5 Kesalahan yang Membuat Biaya Renovasi Rumah Membengkak

Renovasi gampang boncos bukan karena tukangnya jelek, tapi karena prosesnya salah dari awal.

5 Kesalahan yang Membuat Biaya Renovasi Rumah Membengkak

Hampir semua pemilik rumah punya cerita renovasi yang melewati anggaran. Yang jarang disadari: penyebabnya biasanya bukan kualitas tukang, melainkan keputusan-keputusan di awal yang keliru. Berikut lima yang paling sering kami temui.

1. Mulai tanpa DED (Detail Engineering Design)

Ibarat road trip tanpa peta. Tanpa gambar kerja, pekerjaan di lapangan berjalan seadanya, rencana berubah-ubah, dan biaya ikut membengkak. DED mengunci keputusan sebelum bongkar — ukuran, material, detail sambungan.

2. Tergiur material murah asal-asalan

Hemat di depan, bayar dobel di belakang untuk bongkar-pasang ulang. Material yang tepat tidak harus termahal, tetapi harus sesuai fungsi dan kondisi lokasi.

3. Tidak menyiapkan dana darurat

Begitu ada kejutan di lapangan — dan pada renovasi hampir selalu ada, misalnya kayu atap yang lapuk atau pipa lama yang bocor — proyek langsung mandek karena dana mepet. Sisihkan dana cadangan sejak awal.

4. Desain direvisi dadakan di tengah jalan

Jadwal mundur, tukang menganggur menunggu keputusan, sementara biaya harian tetap berjalan. Revisi paling murah dilakukan di atas kertas, bukan di atas bata.

5. Memilih jasa yang tidak transparan

Tidak tahu progres sudah sampai mana, tidak tahu RAB dipakai untuk apa. Pilih pelaksana yang memberikan RAB per item, laporan progres rutin, dan bersedia diawasi.

Renovasi aman dimulai dari rencana yang jelas

Bukan dari semangat saja. Kalau Anda sedang merencanakan renovasi, mulailah dari survei kondisi eksisting dan gambar kerja. Tim kami siap membantu menyusunnya.

Dikembangkan dari konten Instagram @terbitmembangun.

Konsultasi gratis
Konsultasi via WhatsApp